Sistem ERP Custom

Untuk Perusahaan Anda

Software ERP Cloud untuk mengotomatisasi berbagai
aspek bisnis, cocok untuk berbagai jenis perusahaan.
Buat keputusan yang lebih akurat dengan dukungan
perangkat lunak manajemen bisnis tercanggih.

Hubungi Kami

Manfaat Dari Sistem ERP

images
  • Pembukuan Sederhana

  • Catat transaksi secara otomatis, akurat dan hasilkan laporan keuangan dengan satu klik.

  • Laporan Waktu Nyata

  • Cloud ERP memungkinkan pembuatan laporan lengkap tentang kinerja bisnis Anda kapan saja dan di mana saja, secara real-time.

  • Kelola Multi Cabang

  • Kelola berbagai cabang perusahaan dengan mudah. Lacak penjualan setiap cabang dalam satu platform terpusat.

  • Dapat Disesuaikan

  • Perangkat lunak ERP kami dapat dikustomisasi dan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan unik masing-masing perusahaan.

Fitur Dari Sistem ERP Kami

icon

Kelola 1000+ SKU

Kelola ribuan data SKU secara akurat. Cegah kesalahan input, salah perhitungan, dan kehilangan stok.

icon

Pembukuan Otomatis

Secara otomatis mencatat semua pemasukan, pengeluaran, rekonsiliasi bank dan transaksi penjualan.

icon
Tingkatkan Penjualan

Tingkatkan kinerja tim penjualan dengan mudah memantau prospek, tindak lanjut, dan perkiraan angka penjualan.

icon
Pemesanan Ulang Mudah

Pengadaan berjalan otomatis saat stok mendekati batas minimum ketersediaan, penjualan lebih lancar.

icon
Data Stock Yang Efisien

Secara otomatis menghitung ketersediaan stok & memantau produk masuk dan keluar secara langsung.

icon
Pengaturan Biaya Produksi

Dapatkan kendali penuh atas biaya produksi, seperti pembelian, proses produksi, hingga proses pembangunan.

Kami Juga Menyediakan Sistem Lainnya
Yang Mungkin Dibutuhkan Bisnis Anda

Manufacture System

Otomatiskan proses produksi di bisnis manufaktur Anda mulai dari pembelian, produksi, pengelolaan gudang, hingga penjualan.

Read More
Accounting System

Dapatkan kemudahan dalam mengelola keuangan perusahaan dalam satu sistem yang terintegrasi. Pembukuan, rekonsiliasi bank, dan peramalan arus kas berjalan secara otomatis.

Read More
Purchase System

Pantau ribuan proses pengadaan dengan mudah di satu layar. PO, RFQ, manajemen PR, manajemen vendor, pesanan menyeluruh, semua mungkin dalam satu sistem.

Read More

Apa Yang Membuat Perusahaan
Kami Berbeda?

Accounting System

Sistem ini membantu bagian keuangan melaporkan kondisi keuangan dan adanya transparansi, dapat dipantau pemilik bisnis dan industri secara real time.

Sales and Leads
System

Sistem ini mempermudah berbagai jenis usaha dan industri dalam mendapatkan laporan penjualan secara real time dan informatif sehingga mencegah penyalahgunaan

CRM System

Sistem ini membantu pelaku usaha dalam mengolah database konsumen mereka Sehingga bisa dilakukan pengambilan keputusan strategi yang seperti apa untuk setiap tipe.

E-Invoice System

Saat melakukan penjualan, software ERP akan membuatkan sebuah E-Invoice untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi. Sistem ini juga bisa diterapkan di berbagai jenis bidang industri.


Franchising: Memperluas bisnis melalui model waralaba.



Franchising: Memperluas bisnis melalui model waralaba.

Franchising: Memperluas bisnis melalui model waralaba.

Istilah "franchising" atau "waralaba" berasal dari bahasa Perancis dan digunakan dalam bisnis dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Seringkali dianggap lebih mudah dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk menjalankan bisnis melalui penjualan produk waralaba. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa publik biasanya sangat menyukai merek waralaba. Pelaku bisnis memiliki banyak opsi untuk memilih jenis waralaba yang sesuai dengan minat dan peluang pasar mereka karena merek waralaba ini dapat berasal dari dalam negeri atau di luar negeri. Dua pihak utama yang terlibat dalam konsep waralaba adalah franchisor dan franchisee. Franchisor adalah pemilik merek atau produk waralaba, yang dapat berupa individu atau organisasi, yang memiliki hak untuk memberikan lisensi atau izin kepada pihak lain untuk menggunakan merek dagangnya. Sementara itu, franchisee adalah pembeli atau penerima lisensi yang memiliki hak untuk menggunakan sistem bisnis dan merek franchisor untuk menjalankan bisnisnya sendiri.
 
Banyak contoh merek waralaba yang sudah sangat terkenal di Indonesia, salah satunya adalah McDonald's, restoran cepat saji yang mendunia dan memiliki jaringan luas di seluruh penjuru negeri. Dengan sistem franchising, franchisee mendapatkan hak istimewa untuk mengelola bisnis dengan menggunakan sistem dan standar yang sudah teruji keberhasilannya dari franchisor.
 
Dalam proses waralaba, franchisor memberikan hak istimewa kepada franchisee. Hak-hak ini biasanya mencakup penggunaan merek dagang, sistem operasional, standar produk, dan pelatihan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh franchisor. Akibatnya, franchisee tidak hanya menjual barang atau jasa, tetapi juga menjalankan bisnis mereka sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh franchisor.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 mengatur waralaba di Indonesia. Peraturan tersebut mendefinisikan franchising atau waralaba sebagai hak khusus yang dimiliki oleh individu atau badan usaha atas sistem bisnis tertentu bersama dengan karakteristik bisnis tersebut. Franchisee memiliki hak untuk memasarkan barang atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain sesuai dengan perjanjian yang disepakati antara franchisor dan franchisee.
 
Karena menawarkan kemudahan bagi franchisee untuk memulai bisnis tanpa harus membangun merek dan sistem bisnis baru, franchisee hanya perlu mengikuti model bisnis yang sudah terbukti, sementara franchisor mendapatkan keuntungan dari perluasan bisnis mereka melalui mitra franchisee yang tersebar di seluruh negara. Ini membuat sistem waralaba menjadi populer.
Perjanjian mengatur hak dan kewajiban franchisor dan franchisee dalam kesepakatan waralaba. Franchisor bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada franchisee, seperti pelatihan, petunjuk operasi, dan pemasaran. Di sisi lain, franchisee harus mematuhi standar operasional dan memastikan kualitas layanan atau barang yang diberikan sesuai dengan standar franchisor.

 

Jenis-jenis Franchising di Indonesia

Dalam dunia franchising, terdapat dua kategori besar yang umum dikenal di Indonesia, yaitu waralaba dari dalam negeri dan waralaba dari luar negeri. Kedua jenis ini menawarkan peluang yang berbeda, tergantung pada kebutuhan dan preferensi pelaku bisnis.

  1. Waralaba dari Dalam Negeri
    Waralaba lokal adalah pilihan yang ideal bagi mereka yang baru mulai usaha di bidang waralaba. Jenis waralaba ini mengacu pada merek dan produk yang berasal dari Indonesia. Meski mungkin sistemnya belum sebesar dan sekompleks waralaba luar negeri, waralaba dalam negeri tetap memiliki prospek yang menjanjikan. Terutama, karena produk dan jasa yang ditawarkan lebih dekat dengan kebutuhan dan selera konsumen lokal. Sebagai contoh, bisnis minuman kekinian yang sangat populer di kalangan anak muda Indonesia merupakan salah satu jenis waralaba lokal yang berkembang pesat.

    Selain itu, waralaba lokal biasanya menawarkan persyaratan yang lebih sederhana dan biaya awal yang lebih terjangkau. Hal ini memungkinkan franchisee untuk memulai bisnis dengan risiko yang lebih rendah, sambil tetap mendapatkan dukungan dari franchisor, baik dalam bentuk pelatihan maupun panduan operasional. Dalam hal ini, waralaba dalam negeri menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin memulai bisnis tanpa harus menghadapi tantangan besar yang biasanya dihadapi pada waralaba internasional.
     
  2. Waralaba dari Luar Negeri
    Waralaba luar negeri lebih sering menjadi pilihan bagi pelaku bisnis yang sudah memiliki pengalaman dalam mengelola usaha, karena jenis waralaba ini biasanya berasal dari merek internasional yang telah terkenal di berbagai negara. Waralaba dari luar negeri menawarkan sistem bisnis yang lebih matang dan terstruktur, dengan standar operasional yang ketat. Franchisee dari waralaba luar negeri tidak hanya mendapatkan hak untuk menggunakan merek yang sudah dikenal luas, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari franchisor, mulai dari pelatihan hingga pemasaran.

    Meskipun demikian, persyaratan untuk menjadi franchisee dari waralaba luar negeri biasanya lebih ketat dan membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan dengan waralaba lokal. Selain itu, franchisee harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh franchisor agar kualitas layanan dan produk tetap sesuai dengan standar internasional yang berlaku.
Memilih antara waralaba dalam negeri atau luar negeri sebaiknya didasarkan pada beberapa faktor, seperti modal yang tersedia, pengalaman dalam mengelola bisnis, serta target pasar yang ingin dicapai. Keduanya menawarkan peluang yang menarik, namun masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan yang berbeda.
 

Tipe-tipe Franchising
Franchising dapat dibagi ke dalam beberapa tipe, masing-masing memberikan tingkat kendali yang berbeda antara franchisor dan franchisee. Berikut adalah tiga tipe utama dalam franchising:
 

  1. Trade Name Franchising
    Dalam tipe ini, franchisee diberikan hak untuk menggunakan merek dari franchisor serta memproduksi produk secara mandiri. Namun, franchisee tetap beroperasi di bawah pengawasan franchisor untuk memastikan standar produk dan operasional tetap konsisten dengan pedoman yang telah ditetapkan. Kendali franchisor masih sangat kuat untuk menjaga kualitas merek.
     
  2. Product Distribution Franchising
    Tipe ini memberikan hak kepada franchisee untuk mendistribusikan produk dari franchisor di wilayah tertentu yang sudah disepakati. Namun, franchisee hanya berperan dalam distribusi tanpa terlibat dalam produksi produk tersebut. Pembagian wilayah ini memastikan setiap area memiliki distribusi produk yang eksklusif meskipun mereknya sama.
     
  3. Pure Franchising
    Pure franchising memberikan hak sepenuhnya kepada franchisee, mulai dari produksi hingga operasional dan manajemen. Franchisee tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjalankan bisnis dengan sistem yang telah disediakan oleh franchisor. Meskipun franchisee memiliki kendali penuh atas bisnisnya, mereka tetap harus mengikuti standar dan pedoman yang telah ditetapkan oleh franchisor.
     
Dengan memahami tipe franchising ini, Anda dapat memilih model bisnis yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda tanpa perlu membangun merek dari awal.
 

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Franchising

Bisnis franchising menawarkan berbagai kelebihan yang bisa menguntungkan, tetapi juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan bisnis franchising.

 
Kelebihan Bisnis Franchising
 
  1. Merek Sudah Dikenal 
    Salah satu keuntungan besar dari bisnis franchising adalah Anda tidak perlu bersusah payah membangun merek dari awal. Merek dagang yang Anda beli melalui franchising biasanya sudah dikenal oleh masyarakat luas, sehingga memudahkan Anda dalam melakukan pemasaran. Konsumen lebih cepat percaya karena mereka sudah familiar dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan, membuat proses penjualan lebih cepat.
     
  2. Dukungan dari Franchisor 
    Franchisee mendapat dukungan penuh dari franchisor, termasuk pelatihan operasional, panduan pemasaran, serta pengelolaan keuangan. Dukungan ini sangat penting, terutama bagi mereka yang baru terjun ke dunia bisnis. Anda tidak perlu mempelajari semuanya dari nol karena franchisor sudah menyediakan segala informasi yang Anda butuhkan. Selain itu, franchisee sering mendapatkan pelatihan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa standar operasional dan layanan tetap terjaga.
     
  3. Sistem Keuangan yang Teratur
    Dalam bisnis franchising, franchisor sudah menyiapkan sistem keuangan yang lengkap dan terstruktur, termasuk kerja sama dengan pemasok, agen pemasaran, dan layanan lainnya. Ini sangat memudahkan franchisee karena mereka tinggal mengikuti sistem yang sudah ada. Anda tidak perlu repot-repot menyusun ulang manajemen finansial, dan dapat langsung fokus pada operasional bisnis. Sistem yang terorganisir ini membuat pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien dan meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi.
     
  4. Bisnis yang Sudah Teruji
    Franchising memungkinkan Anda untuk menjalankan bisnis yang sudah terbukti sukses di berbagai tempat. Dengan memilih waralaba yang sudah mapan, Anda mengurangi risiko kegagalan yang sering dihadapi oleh bisnis baru. Bisnis yang sudah teruji ini memberikan jaminan lebih dalam hal stabilitas, karena franchisor telah mengembangkan model bisnis yang sukses dan dipraktikkan di berbagai lokasi. Dengan kata lain, Anda tidak memulai dari nol, melainkan dari sistem yang sudah terbukti berjalan dengan baik.
 
Kekurangan Bisnis Franchising
 
  1. Biaya Franchise
    Salah satu kekurangan utama dari bisnis franchising adalah biaya yang harus dikeluarkan. Selain biaya awal untuk membeli hak merek, Anda juga harus membayar biaya lanjutan seperti royalti dan biaya dukungan dari franchisor. Biaya-biaya ini dapat mengurangi keuntungan yang bisa Anda peroleh, terutama di awal. Oleh karena itu, penting untuk menghitung dengan cermat semua biaya yang terkait dengan franchising sebelum memutuskan untuk terlibat dalam bisnis ini.
     
  2. Ketergantungan pada Supplier 
    Franchisee harus mengikuti kebijakan franchisor terkait pemasok. Dalam banyak kasus, franchisor sudah menentukan pemasok yang harus digunakan, meskipun mungkin ada pemasok lain yang menawarkan harga lebih murah atau kualitas yang lebih baik. Ketergantungan ini bisa menjadi kendala, terutama jika franchisee merasa bisa mendapatkan produk dengan harga lebih kompetitif dari pemasok lain, tetapi tidak diperbolehkan karena terikat kontrak dengan franchisor.
     
  3. Keterbatasan Kendali 
    Sebagai franchisee, kendali Anda atas bisnis cukup terbatas. Anda harus mengikuti pedoman dan aturan yang telah ditetapkan oleh franchisor, termasuk dalam hal operasional, pemasaran, dan manajemen. Ruang untuk inovasi atau perubahan besar sangat terbatas karena bisnis harus berjalan sesuai dengan standar franchisor. Bagi sebagian orang, ini bisa terasa menghambat kreativitas dan inisiatif dalam mengembangkan bisnis.
     
  4. Reputasi Terkait dengan Merek
    Dalam bisnis franchising, reputasi bisnis Anda sangat bergantung pada nama merek waralaba. Jika ada franchisee lain dalam jaringan yang merusak reputasi merek, dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh jaringan, termasuk bisnis Anda. Ini berarti bahwa meskipun Anda menjalankan bisnis dengan baik, Anda masih bisa terdampak oleh kesalahan atau masalah yang terjadi di lokasi franchise lain. Oleh karena itu, menjaga reputasi merek di seluruh jaringan sangat penting dalam bisnis franchising.
     
Bisnis franchising memberikan banyak keuntungan, seperti merek yang sudah dikenal, dukungan penuh dari franchisor, dan sistem keuangan yang sudah terorganisir. Namun, ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, seperti biaya franchise, keterbatasan kendali, dan ketergantungan pada supplier. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan ini, Anda bisa memutuskan apakah franchising adalah langkah yang tepat untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis.
 

Kesimpulan

Franchising merupakan model bisnis yang menawarkan banyak peluang bagi pengusaha untuk memulai usaha tanpa harus membangun merek dan sistem dari nol. Dengan kelebihan seperti merek yang sudah dikenal, dukungan dari franchisor, serta sistem keuangan yang teratur, franchisee dapat mengurangi risiko kegagalan. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti biaya franchise yang tinggi, ketergantungan pada pemasok dan reputasi merek, serta keterbatasan kontrol dalam menjalankan bisnis.

 
Maka dari itu, memilih franchising baik dari dalam atau luar negeri harus dilakukan dengan pertimbangan matang. Dengan memahami kelebihan dan tantangan ini, pengusaha bisa memanfaatkan franchising sebagai jalan efektif untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis.

With ERP We Are Empowering You!



Jasa Pembuatan Website Jogja